| Image Value |
| Wednesday, 23 April 2008 | |
|
Nilai suatu gambar Bisnis wedding hampir tidak pernah redup. Selama bumi masih berputar pasti jasa wedding pasti masih diperlukan. Tiap tahun vendor2 wedding bagaikan jamur di musim hujan tumbuh terus tanpa ada hentinya. Kalau kita gunakan isitilah perjuagan “mati satu tumbuh seribu” begitulah gambaran bisnis wedding di indonesia terutama di surabaya.
Mulai dari bridal, photo, video, cake, dekor, entertainment, usher dan lain lain. Masing-masing berusaha untuk memberikan apa yang terbaik bagi calon pengantin. Kunci dari semua itu adalah hukum demand dan supply serta begitu mudahnya kita untuk membuka suatu usaha jasa di bidang wedding. Nilai suatu gambar sengaja judul itu aku pilih bukan tanpa alasan. Beberapa bulan belakang ini para calon pengantin kurang akannya knowlegde tentang gambar ( image / foto ) atau tepatnya mindset tentang foto. Ada kecenderugan meremehkan suatu gambar hal ini berasal dari pendidikan kita / kebiasan kita sendiri yang masih berpatokan bahwa foto itu tak lebih dari sebuah image yang di cetak di atas kertas lalu orang yang mengambilnya itu disebut tukang foto. Teman sesama photographer pernah bilang kepada saya “ apa bedanya tukang foto dengan photographer ? “ pada saat itu aku masih baru di dunia wedding. Kalau tukang foto itu jepret tanpa berpikir dari angel mana yang bagus tinggal jepret saja. Kalau photographer tentu kita para photographer sebelum menekan shutter kita berpikir dulu dari angel mana yang terbaik, lighting yang pas serta adjustment diagfragma, spedd bahkan iso untuk mengahasilkan suatu image yang bercita rasa tinggi. Apakah kita pernah berpikir kalau image yang dihasilkan oleh photographer itu priceless ! Gambar atau image yang diabadikan oleh photographer itu bersifat abadi. Bagi para calon pengantin memilih photographer adalah suatu hal yang krusial, hal ini terlihat dari para calon pengantin yang selalu atau always membandingkan / compare satu photographer dengan yang lain. Mulai dari gambar, album, frame hingga harga. Kalau boleh aku mengubah mindset anda para calon pengantin. Satu pertanyaan yang mengena “ Apa yang tersisa setelah hari wedding anda ? “ Tentu jawabnya adalah image atau gambar yang dihasilkan oleh photographer yang di sajikan dalam album. Dalam hal ini buat apa anda membayar dekor, kue, EO dan lain-lainnya lebih mahal dari anda membayar photographer anda sendiri ! Bukan berarti dekor, kue, EO dan lain-lainnya tidak penting, jasa mereka penting untuk mensukseskan wedding day anda. Tanpa dekor, kue yang indah pesta tidak meriah, tanpa EO kita tidak mampu mensukseskan acara sesuai jadwal serta yang kita inginkan. Hendaknya para calon pengantin mau spend atau mengahabiskan biaya lebih untuk photographer. Karena yang tersisa dari hari wedding anda adalah image / foto yang bersifat abadi. DIGITALLY EVERLASTING ! |
| < Prev | Next > |
|---|